Buku : Manhaj ‘Ulamâ` al-Hadîts was Sunnah fî Ushûlid Dîn
Posted by admin | Posted in Aqidah, Kitab Arab, Manhaj, PRODUK | Posted on 24-06-2009
Tags: Aqidah, Hadits, kitab arab, Manhaj, sunnah, ulama
0
Judul Buku : Manhaj ‘Ulamâ` al-Hadîts was Sunnah fî Ushûlid Dîn
Penulis : Syaikh DR. Musthofâ Hilmî
Penerbit : Dârul Kutub al-‘Ilmîyah, Beirut, Lebanon
Kode Produk : BADKI3
Spesifikasi : Hard Cover,304 halaman, Cet I 2005/1426
Harga : $55,000
Review Singkat :
DR. Musthofâ Hilmî adalah salah seorang guru besar dan professor di Kuliyyah Dâr al-‘Ulûm, Universitas Kairo. Beliau dikenal sebagai seorang penulis ulung yang berwawasan luas. Sepak terjangnya di dalam membela ilmu hadits, ulama salaf dan Islam dari kaum kuffar orientalis dan para pembebeknya dari kaum muslimin, sudah tidak asing lagi.
Buku ini terdiri dari 8 bab dan beberapa pasal dan sub pasal. Pada bab pertama, syaikh Hilmî membagai dalam dua pasal, yaitu pasal pertama membahas sekilas tentang zaman sahabat. Beliau memaparkan ushuluddîn di zaman nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat. Di pasal kedua, syaikh menjelaskan kedudukan sahabat di dalam Islam dan memaparkan manhaj para sahabat di dalam meneliti dan tadabbur.
Bab kedua, syaikh menceritakan tentang peristiwa riddah (murtad) dan fitnah, perpecahan dan menyempalnya dari madzhab sahabat di dalam ushul agama. Pada bab ketiga, ada dua pasal. Pertama, syaikh membahas awal mula munculnya ilmu kalam dan tahapan-tahapannya. Beliau juga menjelaskan bagaimana kaum salaf dahulu mencela ilmu kalam dan penyebab dicelanya ilmu kalam. Syaikh juga menjelaskan ilmu kalam antara keaslian (ashôlah) dengan yang diada-adakan (ibitida’). Pasal kedua syaikh menjelaskan tentang seluk beluk ilmu kalam, mulai dari definisi, urgensi pembahasan dan argumentasi-argumentasi ahli kalam di dalam membela metodologi mereka dan bagaimana pandangan ulama ahli hadits terhadap argumentasi mereka ini.
Bab keempat, syaikh berbicara cukup panjang lebar tentang mu’tazilah. Di sini syaikh membagi dalam tiga pasal. Pasal pertama, berbicara tentang definisi ulama hadits dan metodologi mereka. Di sini syaikh juga berbicara tentang sikap ahli hadits terhadap mu’tazilah. Pada pasal kedua, syaikh menceritakan beberapa perdebatan antara ulama ahli hadits dengan mu’tazilah, seperti antara Imam Ahmad dengan Ibnu Abi Du’ad dan ‘Abdul ‘Aziz al-Makki dengan Bisyr al-Marisi. Di pasal ketiga, syaikh berbicara tentang korelasi antara akal dengan syariat.
Bab kelima, syaikh mulai masuk ke dalam diskusi teologi antara ahlus sunnah dengan asy’ariyah. Di sini syaikh menjelaskan secara cukup terperinci tentang aqidah dan metodologi asy’ariyah dibandingkan dengan metodologi ahlus sunnah.
Bab keenam, syaikh menjelaskan tentang sikap Ibnu Taimiyah terhadap ilmu kalam. Di bab ketujuh, syaikh berbicara tentang isu ilmu kalam di zaman kontemporer ini. Di sini syaikh mulai menyinggung tentang peran barat di dalam ilmu kalam ini dan beliau menjelaskan pula tentang isu hadhoroh (peradaban). Di bab terakhir buku ini, syaikh membahas tentang studi pemikiran Islam kontemporer yang dibawa oleh Muhammad Iqbal, penyair Mesir ternama. Syaikh membahas tentang jati diri Muhammad Iqbal dan pandangannya terhadap peradaban barat. Syaikh juga menjelaskan Iqbal antara barat dan timur.
Buku ini banyak memberikan wawasan dan tsaqofah ilmiah kepada kita. Gaya pembahasan ilmiah syaikh Hilmî sangat kentara dan kental sekali di dalam buku ini. Isu-isu kontemporer dan up to date merupakan ciri khas studi kritis dari seorang DR. Musthofâ Hilmî…
Produk Terkait



























